Manfaat Konsep Literasi dan Numerasi untuk Anak Usia Dini

Manfaat Konsep Literasi dan Numerasi untuk Anak Usia Dini

Berbicara tentang skill literasi dan numerasi, Anda harus memahami bahwa keterampilan tersebut adalah sekumpulan pengetahuan dan kemampuan dalam membaca dan berhitung (MTK dasar).  Ketika seseorang telah mahir dan sangat menguasai keduanya, orang tersebut berpotensi besar untuk menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi serta menyelesaikan tiap permasalahan.

Artinya, kemampuan tersebut sangat penting. Lalu, haruskah mengajarkannya pada anak sejak dini? Jika ya, apa dampaknya? Sebelum membahas itu, mari simak dulu tentang kemampuan literasi numerasi anak Indonesia secara global!

Literasi dan Numerasi di Indonesia

Kedua kemampuan itu berkaitan dengan skill membaca juga berhitung. Terdengar biasa, tapi tak semua anak bisa melakukannya dengan baik.

Jika mengacu pada data yang diperoleh Unicef, tingkat kemampuan literasi & numerasi tergolong rendah. Nugroho, selaku spesialis pendidikan Unicef Indonesia, menyatakan bahwa rata-rata anak Indonesia lebih condong pada kemampuan fisik. Maka, jika dipresentasikan, skill fisik anak Indonesia sekitar 97,80% sedangkan keterampilan literasi numerasi sebesar 64,60%.

Di Indoneska, skill fisik tertinggi terdapat di Bali, yakni 99,70% sedangkan literasi dan numerasi tertinggi terdapat di Kalsel (Kalimantan Selatan), yakni 75,60%. Dari perbandingan tersebut, Anda bisa melihat dengan jelas bagaimana kesenjangan skill numerasi di negeri ini.

Lalu, bagaimana presentasi antara perkotaan dan pedesaan? Berdasarkan perbandingan tersebut, wilayah perkotaan lebih unggul dalam literasi numerasi dibanding dengan wilayah pedesaan. Presentasinya yakni 68,10% di perkotaan  sedangkan di desa sebesar 60,10%.

Kurangnya pengetahuan literasi dan Indonesia membuat seluruh guru serta harus segera meningkatkannya. Namun, Anda tak bisa memaksa dengan segala cara apalagi untuk anak yang masih tergolong dini usianya.

Ya, perkenalan terhadap literasi dan numerasi bisa dilakukan sejak dini. Caranya? Tentu saja dengan hal yang sederhana, misalnya belajar di sela-sela permainannya. Hal ini untuk menghindari kebosanan dan tekanan pada anak.

Manfaat Mengenalkan Literasi dan Numerasi Sejak Dini

Ada banyak alasan kenapa anak harus mengenali keterampilan tersebut sejak dini. Tentu saja, ini karena manfaat yang ditawarkan begitu banyak. Apa saja?

  • Membuat anak cerdas. Dengan memperkenalkan literasi numerasi di usianya yang masih dini, anak akan mendapatkan pengetahuan bagus. Sehingga, ketika menginjak masa anak-anak, Mereka sudah siap dan terbiasa dengan materi membaca atau matematika, bahkan terbilang sangat mahir.
  • Menopang kesuksesan anak. Dengan cara ini, Artinya, Anda sedang menyiapkan masa depan anak. Anak akan tahu beragam masalah dan pemecahannya. Sehingga, suatu saat, Mereka tidak kaget dan dapat meraih semua impiannya tanpa hambatan.
  • Membangun rasa suka untuk pelajaran lain. Ingat, literasi numerasi adalah materi dasar. Ketika anak sudah terbiasa dan menyukainya, maka Mereka pun akan menyukai dan bersemangat untuk mempelajari bidang lain.
  • Terbiasa berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Apa maksudnya? Dua kemampuan tersebut akan sangat berguna untuk aktivitasnya setiap hari. Jadi, anak sudah terbiasa dan mudah berinteraksi di lingkungan manapun tanpa melupakan konsep literasi numerasi. Contoh, anak sudah bisa melakukan transaksi dengan penjual ice cream di usianya yang masih balita.
  • Membuat anak lebih mandiri. Anak pun akan terbiasa mandiri dengan penerapan literasi ataupun numerasi. Contohnya adalah anak dapat mengatur dan menentukan waktu untuk bermain atau belajar, jam berapa harus sarapan dan berangkat ke sekolah, nomor berapa chanel TV yang mendidik, dan masih banyak lagi. Bahkan, Anak juga akan terbiasa untuk mengatur keuangannya sendiri karena telah mampu menerapkan ilmu MTK dasar.
  • Anak terbiasa berpikir logis dan tepat. Anak adalah peniru, maka sifatnya sejak bayi adalah mengkhayal dan menirukan apa yang dilihat. Namun, ketika Mereka sudah kenal dengan keterampilan ini, anak mulai bisa berpikir sederhana dan logis. Contohnya, anak bisa menghitung uang jajan, menyebutkan waktu, dan lain-lain. Dengan demikian, anak akan enggan menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tak bermanfaat.

Bagaimana, apakah Anda sudah siap menerapkan konsep literasi dan numerasi sejak dini pada anak? Sudah siap dengan AKM dan komponennya? Sebagai guru dan orang tua yang bijak, Anda pasti bisa memutuskan mana yang baik dan buruk.

Pendidikan